LOKASI Desa Tlemung, Kalipuro, di ujung barat Banyuwangi, terbilang terpencil. Namun, berkat kerja keras masyarakatnya nama desa yang berada di lereng gunung ini terpatri namanya di tingkat nasional.
Tahun 2003, warga mulai melirik jenis kambing ettawa untuk digemukkan. Bibitnya dibeli di Kaligesing, Jawa Tengah. Kambing jenis ini memiliki banyak keunggulan dibanding kambing biasa. Selain harga jualnya mahal, perawatannya relatif lebih mudah.
Perkembangan ini mendorong warga membentuk kelompok peternak. Warga membentuk dua kelompok besar yakni Kelompok Ternak Harapan Kita dan Agung Tani. Dari bibit 75 ekor, dalam dua tahun peternak mampu mengembangkannya menjadi 780 ekor. Ini belum termasuk kambing yang dimiliki secara pribadi oleh warga.
Pupuk dan Bahan Bakar dari Limbah Kambing
Kompos limbah kambing tidak menimbulkan bau menyengat. Kotorannya juga cepat kering menjadi mirip serbuk tanah. Peralatan yang digunakan cukup sederhana. Peternak hanya membutuhkan tempat penyimpanan dan alat penggiling. Biasanya, tempat penggilingan ditempatkan di kawasan terbuka. Tujuannya, memudahkan proses pengeringan.
Pembuatan kompos diawali menimbun kotoran kambing yang menumpuk di kandang. Biasanya, peternak membersihkan kotoran ini seminggu sekali. dikumpulkan dalam tempat khusus. Timbunan kotoran dicampur obat khusus untuk menggemburkan. Setelah sebulan, bibit kompos ini dihancurkan. Kemudian, dikeringkan dan dikemas dalam takaran khusus.
Harganya bisa menembus Rp 1.000 per kg. Pupuk alami buatan Desa Tlemung ini banyak diburu petani bunga di Banyuwangi. Sayangnya mereka belum mampu memenuhi pesanan dalam jumlah besar. Belum semua peternak peduli mengolah limbah kambing menjadi pupuk.
Bagi yang serius menekuni usaha ini hasil yang didapat lumayan besar. Dalam sebulan pendapatan bersih tidak kurang dari Rp 3 juta. Peternak setempat kesulitan modal untuk serius menekuni usaha ini. “Meski sederhana, kami perlu modal,” kata H. Mustofa, pencetus pembuatan kompos limbah kambing di Desa Tlemung.
Idenya berawal dari petunjuk sejumlah mahasiswa jurusan peternakan. Ketika melakukan penelitian di desa ini, mereka mengajari metode pembuatan kompos.
Kayu-kayu bekas pakan ternak juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Dalam sehari, peternak harus menyediakan 7,5 kg pakan untuk seekor ternak. Tiap peternak memiliki 15-50 ekor kambing. Limbah dari pakan ternak bisa menjadi pengganti minyak untuk memasak.Kini peternakan kambing ettawa di Tlemung mulai ditiru sejumlah daerah di Jawa Timur.
sumber : www.cybertokoh.com
Minta alamat dimana saya dapat mendapatkan bibit kambing etawa dan tempat belajar utk pemprosesan pupuk dari kotoran kambing. Asal saya dari solo - jateng.