Hampir 2 bulan off dari posting , Beberapa hari yg lalu ada telpon dari teman peternak Blitar ( Pak kuseiri ) yang berinisiatif membuat Standarisasi Kambing PE unggul , paling enggak di jawa dulu . Wah jadi kembali terpikir kedepan tentang “Standarisasi Kambing PE super Nasional” perlukah itu ?
Realita sekarang, semakin banyaknya penggemar kambing PE menunjukan animo masyarakat yang positif terutama untuk kelestarian jenis kambing PE ini . Kambing PE bisa jadi salah satu Aset yg berciri khas indonesia di dunia peternakan . Untuk mengakomodir para penggemar etawa biasanya tiap2 daerah mengadakan kontes didaerah masing2 tentunya dengan standarisasi penjurian dan kriteria kambing PE unggul yang berbeda – beda .
Jadi kambing yang jadi juara di daerah Y , belum tentu jadi juara di daerah B walaupun pesertanya sama. Ini sangat mungkin untuk kontes kambing PE karena parameternya adalah cenderung ke kualitas dan keindahan seekor kambing PE. Kalau berpikir kedepan mau dibawa kemana lomba2 daerah seperti ini ? Ya tentunya taraf lomba Nasional donk. Wah pasti lebih seru . Tapi yang perlu dipikirkan adalah Standarisasi Kambing PE unggul Nasional harus ada dulu . Bisa dibayangkan untuk penentuan standarisasi pasti akan terjadi sesuatu yang alot , karena berkaitan dengan selera dan cara pandang masing2 daerah . Oleh sebab itu ada baiknya standarisasi dijembatani oleh dinas peternakan juga.
Harapan Pertama :
Dengan standart yang jelas disemua daerah , bisa dipahami oleh semua peternak kambing PE dan semua jadi paham yang harusnya dijual mahal adalah kambing2 PE unggul dengan standart tertentu . Jadi untuk pasaran harga yang tidak unggul ya jangan terlalu mahal2 . Kasihan yang mau bisnis sektor pedaging dan susu . Jadi dwifungsi ( perah dan daging ) kambing PE masih bisa dinikmati dikalangan peternak menengah kebawah . Jadi garis batasnya jelas.
Harapan kedua :
Dengan adanya Kontes Kambing PE unggul dengan standar jelas , penilaian kontespun juga jadi lebih sportif dan jelas .Natinya akan menambah satu sektor bisnis lagi yaitu Breeding kambing unggul . Jadi pemainnya juga khusus yaitu cenderung peternak menengah ke atas atau kolektor . Wah …tidak dwifungsi lagi tapi malah trifungsi.
Harapan ketiga :
Menekan export kambing PE unggul kenegara lain , karena ajang di dalam negeri cukup ramai .
Harapan keempat :
Natinya jika kontes ini turun menurun , bisa jadi Aset budaya dan membuka lahan Agro Wisata yang menarik dan khas indonesia .
Jadi menurut saya , jawabnya PERLU . bagaimana menurut Anda ?
Terimakasih





