Belakangan ini kambing etawa mulai banyak di minati oleh banyak orang sebagai alternatif bisnis / investasi di sektor riil . Tak heran banyak pemain baru berdatangan . Di artikel ini akan di ulas tip supaya terhindar dari Mafia Kambing etawa bagi pemula bisnis kambing etawa .
Apa itu Mafia Kambing Etawa ? adalah orang – orang yang memanipulasi informasi untuk meningkatkan harga jual kambing nya . Ini perilaku yang tidak sportif dan sangat merugikan pembeli terutama yang akan main di sektor breeding , biasanya kasusnya mengaku – ngaku kambing yang di jualnya keturunan dari Pejantan Super Juara XXX , atau pejantan punya si A , si B dan sebagainya .
Saya ambil dari pengalaman pribadi . Ketika saya mencari kambing etawa di daerah klaten . Banyak sekali pejual kambing yang mengklaim kambingnya masuk grade etawa super A. Padahal itu kambing Bligon cuman ukuran rada gede , dan penawaran harganya pun juga fantastis ..ampun dech. Ya karena masih minimnya pemahaman mengenai ciri – ciri kambing etawa , yang bayak malah sok taunya he he he . Tapi apakah itu memang Ilmu marketing mereka , saya tidak tau . Yang penting kita bisa menghindari itu .
Tips membeli kambing etawa untuk Pemula :
1. Pelajari dan pahami dulu grade – grade dan ciri – ciri kambing etawa yang bagus INI WAJIB .Cari tahu parameter – parameter penilaian kambing etawa dalam kontes di daerah anda. Karena bisa jadi per daerah berbeda . Bagaimana cari refferensinya bisa dilihat disini . Jadi tanpa perantara siapapun kita sudah bisa melihat ini kambing bagus dan tidak . Lihat – lihatlah gambar kambing – kambing kualitas kontes . Bisa dilihat disini
2. Cari dan Jalinlah silaturahmi / relasi dengan peternak – peternak di daerah kita . Untuk :
- Sebagai referensi awal .
- Mancari informasi reputasi peternak
- Kedepannya ini akan berguna untuk mencari sumber informasi bakalan kambing bagus yang akan dijual .
- Bisa juga sebagai “second opinion ” pemberi masukan terhadap kambing yg akan kita beli .
4. Di sarankan belilah langsung dari kandang peternak
Keuntungannya :
- Kalau kita beli dari kandang peternak , bisa melihat langsung silsilah pejantan dan indukannya . Jadi kita benar – benar tahu kualitas si kambing yang kita beli .
- Jangan sungkan – sungkan untuk menanyakan sertifikat kalau memang itu Pejantan atau Indukan Jawara kontes .
Dari segi harga mungkin agak sedikit diatas harga pasar tapi kita bisa mendapat kambing benar – benar yang kualitas bagus. Karena kalau sudah di pasar , silsilah kambing kita tidak tau .Tapi kalau untuk kambing yang akan di mainkan di sektor bisnis perah atau pedaging silahkan saja beli dari pasar kambing . Tapi anda harus lebih selektif .
5. Walaupun anda mencari kambing via jalur online / internet. Tetap disarankan anda harus lihat langsung ke kandang sebelum membeli kecuali kita beli dari peternak / breeder yang sudah anda percaya ( bereputasi baik )
Apa yang yang harus dilakukan peternak untuk membrantas mafia kambing etawa ini
1. Mendata setiap perkawinan kambing etawa super , termasuk didalamnya ke orang yang menyewa jasa pengawinkan ke kandang.
2. Mendata Anakan dari Pejantan dan indukan super untuk mengetahui silsilah kambing .
Hal ini sudah mulai lakukan di Peternakan BUMIKU Hijau ( Mas bondan DK ) jogjakarta yang memulai certifikasi kambing etawa oleh dinas peternakan kab sleman ( sumber : facebook , kambingetawa galery ). Dengan pendataan dan certifikasi silsilah diharapkan di harapkan kasus – kasus mafia kambing etawa bisa menurun . Karena data / informasi dari mafia kambing etawa bisa di croscek ke dinas peternakan dan peternak yang bersangkutan. Untuk meminimalisasi pembeli tertipu oleh mafia kambing etawa. Jadi tingkat kepercayaan pembeli terhadap suatu peternakan tersebut bisa meningkat ( meningkatkan reputasi ). Seharusnya ini wajib dilakukan oleh peternak yang sudah mempunyai kambing etawa juara kontes ( Daerah maupun Nasional ) . Di harapkan juga peternak yang belum memiliki kambing juara kontes bisa memulai mendata perkawinan dan silsilah paling tidak untuk data internal kandang sendiri . Siapa tahu suatu saat kambing etawa di kandang anda nge-hits !
Ada yang mau nambahin ? bebas comment saja .
Terimakasih
BR//Kabingonline Crew
RSS Feed
Twitter
January 18th, 2010
admin
Posted in
Tags: 



Wah mas , ditempatku lebih parah . banyak sekali yang kambing biasa diaku etawa . Asal warna hitam putih , badan gede ..ya itu etawa. Memang yg penting kita paham dulu ciri2 kambing etawa dulu .
suwun
Sebenarnya sertifikasi itu sudah lama dilakukan oleh peternak Tulungagung. Kontes november 2009 di Tulungagung kemarin adalah salah satu contohnya.
Berkat langkah peternak Tulungagung di bidang kambing etawa ini kelompok ternak mereka, Sangkler Group mendapatkan penghargaan dari Presiden Indonesia
http://www.radartulungagung.co.id/ekonomi/2323-berkat-budidaya-kambing-pe-sangkler-group-sabet-juara-nasional.html
permisi bos..ikut berkomentar yah,..
seandainya saja ini sudah berlangsung dari sejak sebelum tahu 2000an maka ke populeran kambing etawa bisa lebih meningkat lagi,..setelah sekian lama baru sedikit lirikan dari sang “regulator” setelah populer seperti sekarang mereka baru memilirik, ayo walaupun telat buat regulasi regulasi yang bisa dijadikan steroid bagi para peternak dan calon peternak. Jangan menunggu “basi”, menunggu didahului tetang sebelah seperti batik,….nggak bijak khan,..
Setidaknya beri sesuatu bagi para peternak, nanti setelah kontes mau apa lagi? jangan sampai jadi nge-pop seperti zaman anthurium, kita harus buat ini menjadi jangka panjang…
sepanjang nafas peternakan di NUSANTARA..
MAJU TERUS DUNIA PETERNAKAN. TIDAK ADA YG NAMANYA KRISIS EKONOMI BUAT KITA. AFTA MENJADIKAN DUNIA PETERNAKAN INI SEMAKIN MAJU…
Permisi bos,…
Makasih…
permisi bos..ikut berkomentar yah,..
seandainya saja ini sudah berlangsung dari sejak sebelum tahu 2000an maka ke populeran kambing etawa bisa lebih meningkat lagi,..setelah sekian lama baru sedikit lirikan dari sang “regulator” setelah populer seperti sekarang mereka baru memilirik, ayo walaupun telat buat regulasi regulasi yang bisa dijadikan steroid bagi para peternak dan calon peternak. Jangan menunggu “basi”, menunggu didahului tetang sebelah seperti batik,….nggak bijak khan,..
Setidaknya beri sesuatu bagi para peternak, nanti setelah kontes mau apa lagi? jangan sampai jadi nge-pop seperti zaman anthurium, kita harus buat ini menjadi jangka panjang…
sepanjang nafas peternakan di NUSANTARA..
MAJU TERUS DUNIA PETERNAKAN. TIDAK ADA YG NAMANYA KRISIS EKONOMI BUAT KITA. AFTA MENJADIKAN DUNIA PETERNAKAN INI SEMAKIN MAJU…
Permisi bos,…
Makasih…
Mohon komentar dan saran bos2 di artikel saya :
http://www.infoternak.com/standarisasi-kualitas-kambing-etawa
halo2 bandung…… saya di bandung nih, siapa yg bisa kasih info, peternak kambing etawa di seputaran bandung yang baik? kebetulan saya punya seekor jantan impor dari tibet, umur 2 tahun, sekarang lagi dikaryain di garut, pengen nge-join “maro” sama peternak yang domisilnya di seputaran bandung, biar deket kalau mau nengok2, siapa mau? Syarat: jujur, bener, amanah. Peminat serius please hubungi saya, YRA, di 081321488008. Tks. Wass. YRA
Hallo Kang YRA . Peternakan Etawa di bandung kang Yra bisa ke
1. Kang Budhie
Kelompok Peternak Neqtasari, Pasirjambu-Ciwidey.
Kampung Tabrik, Ds. Margamulya, Kc. Pasirjambu, Bandung Selatan
Email.jbudhi@gmail.com,HP.0815.730.71294
2. H. Odang Gandasomantri Amijaya
Kampung Tabrik Desa Margamulya Kec. Pasirjambu Kab. Bandung.
Terimaksih sudah mampir
Salam Kenal Mas Habib,
Nama sy Asep, banyak artikel dan tulisan di web ini yang sudah sy baca di web ini, menarik dan lugas, namun baru kali ini ikut nimbrung.
Bulan Februari tahun 2009 lalu, pertama kali saya belajar mengenai Kambing PE kemudian mengunjungi pasar Kaligesing dan hari minggunya datang lagi untuk melihat kontes kambing di tempat yang sama. Dilanjutkan dgn menjalin komunikasi dgn teman2 peternak dan pedagang di Yogya dan sekitarnya.
Tertarik dan niat untuk breeding akhirnya bulan April kembali sy datang lagi ke Yogya untuk mulai mencari bibit dasar, bulan Mei Juara 2 jantan di Kaligesing sy beli, dan semakin sering saya berkunjung ke Yogya bahkan berburu sampe ke Wonosobo, Kaliwiro, Gunung Tugel, Ketawang Kebumen dll. Hingga saat ini sudah terkumpul 7 indukan dgn type berbeda, untuk menjajagi anakan yg dihasilkan.
Akhirnya sering bolak balik ke Jogja karena ternak dititipkan di sana sementara kandang di Bandung sedang disiapkan. Pernah sy ikut lomba, untuk belajar dan melihat serta memahami kualitas kambing, termasuk belajar mengerti perilaku orang-orang di dunia perkambingan.
Apa yang sampean tulis saya sudah mengalami pada saat mencari kambing, memang benar kunci awalnya adalah memahami kriteria dan kategori kambing bagus.
Setelah itu memahami perilaku pedagang dan atau mafia kambing yang sudah sampean jelaskan pada tulisan di atas, yang lebih berbahaya adalah apabila yang disebut mafia tadi bersatu untuk mencoba mendesign atau mendongkrak harga kambing tertentu agar si new buyer merogoh kocek yang tidak sedikit akhirnya mereka mendapat keuntungan yang sangat fantastis. Apalagi kalo kolusi ini sampe ke arena lomba dengan kongkaliong antara pedagang dan juri yang sebetulnya pedagang juga.
Hati-hati jangan terbujuk rayuan dengan oknum-oknum yang seperti itu, berbohong dan opportunis untuk mecari untung sesaat kerap kali dilakukan oleh mafia tersebut.
Registrasi, stambook dan lain sebagainya juga harus di data dengan baik, pada akhirnya hobies yang mempunyai integritas tinggilah yang bisa memberikan sumbangsih yang baik bagi kemajuan dunia perkambingan nasional.
Maaf nimbrungnya kebanyakan, Insya Allah pada saat saya berkunjung ke Jogja lagi akan mampir, untuk diskusi lebih lanjut
Tanggal 16 Januari lalu ternak kambing saya untuk PE klangenan sudah diboyong ke Bandung dan beberapa ekor kambing perah.
Mas Habib, posisi sy di Jakarta, namun lokasi Kandang sy ada di Bandung tak jauh dari lokasinya kang Budhi, kapan waktu kalo berkunjung ke Jakarta atau ke Bandung jangan sungkan utuk menghubungi saya di 081316339669 exotics_dombing@yahoo.com; exoticsfarm@gmail.com
Terimakasih.
Salam,
Asep M.
@Kang Asep , dari cerita kang asep salut perjuangannya . Tapi kelihatannya kang asep sudah mulai memahami dan menikmati pengalaman jadi breeder . Siap kang nanti kalo main ke bandung saya coba mampir ke kandang kang asep . Terimakasih tambahan saran dan sharing pengalamannya …
Hallo ini Bandung Raya!
kambing PE memang eksotik seeksotik harganya jika tidak paham ras-nya.
Banyak orang yang bermain dengan kambing PE tanpa memahami seluk beluk ternak eksotik itu. Banyak pula orang yang berniaga kambing unik ini, padahal mereka bukan peternak sejati. Baiknya para peternak kambing PE bersatu padu karena kami pun di Bandung Raya (saya dan Kang Asep Mulyana) bermitra untuk membudidayakan kambing PE yang baik sebagaimana kawan-kawan di Jateng, Yogya, dan Jatim.
Salam dari Neqtasari Farm,
budhi
salah satu trip jitu yang jarang meleset adalah “membeli dengan hati, bukan membeli dengan emosi”, karena kambing pe adalah seni, hobby dan investasi….
@Kang Budi , Alhamdulillah peternak dari bandung akhirnya bisa ngumpul2 online juga nih . Kumaha damang kang budhi ? saya dulu sering lihat video peternakan kang budhi di youtube . yg diupload kang agus ramadas . Wah kalau kambingonline.net masih dalam proses menuju peternak sejati kang . Tapi tetap kami berusaha selalu memberi motivasi. Kalo ka bandung saya belajar juga ke kang budhi ..nuhun
@Mas bondandk , Maknyus trik nya , saya seneng kata2nya ” Membeli dengan Hati bukan dengan EMOSI “.Tapi inget untuk membeli butuh satu lagi ” NYALI ” . salam etawa
@ admin; nyali gampang di cari, tetapi hati…siapa yang bisa mengerti…. beternaklah dengan hati, jangan dengan emosi.
sudah banyak peternak baru yang gagal hanya karena mereka lebih cenderung bermain dengan emosi. mereka pikir dengan uang akan bisa membeli kesenangan. (mentalnya orang rusak). dampak yang nyata adalah, si peternak baru ini akan cepat bosan, cepat mengambil kesimpulan dll. padahal coba kita amati seksama, para paternak yang besar pastilah dimulai beternak sejak lama. para peternak senior itu tdk mungkin mulai beternak dalam tempo hitungan bulan. mereka belajar dari kecil, dari kambing jumlah sedikit, dari kambing yang tdk bagus, dan kalaupun mereka sekarang menjadi besar itu adalah harga yang pantas mereka peroleh. jangan harap baru beternak sekian bulan saja sudah bisa cerita ini dan itu…. sepertinya tdk mungkin.
memang sekarang sudah ada cara cepat, misal dengan membeli buku, mencari info di internet, lewat pertemuan. tetapi cara ini hanyalah cara yang bisa di baca dan di pelajari dengan logika saja. nha setelah logika dan akal kita bisa menerima, barulah dipraktekkan dilapangan. ingat 1000 kambing berarti 1000 maslah juga, dan berarti 1000 pemecahan juga. jadi untuk menjadi besar itu tdk cepat, tdk murah, dan tdk gampang. butuh nyali disini.
saran saya,mulailah sesuatu itu dari cinta, dari keseriusan dan dari keinginginan untuk menjadi bisa. karena dengan modal itu, insyaallah saya yakin akan bisa mencapai kesuksesan. (dalam bidang apapun).
salam hormat saya, bondan dk peternak kecil yang ingin bisa, yang masih ingin belajar.
http://www.kambingetawa.net
http://www.kambingetawa.blogspot.com
fb; kambingetawa galeri
@Bondandk: Setuju mas , Background awal dari beternak kami adalah kecintaan dan keseriusan . Karena dulu kami juga anak peternak kambing , ngrasain mbayar SPP pake duit kambing juga. Yang penting disini butuh proses ..dan pembelajaran gak mungkin hanya waktu singkat . Jadi tidak cuman bermodal besar saja. Dan RELASI dengan peternak lain juga penting , di artikel ini saya singgung juga masalah “REPUTASI ” . Sekali peternak di blacklist di communitty maka dia akan hancur juga . Let play fair di bisnis etawa ini . Masih banyak peluang yg bisa digarap dan perlu di pelajari. “Say No for MAfia Kambing Etawa”
Thanks
Assalamualaykum mas wahid, ikutan ngobrol ni:) Menarik juga tulisan anda, mungkin sebagian dari kita pernah mengetahui atau mungkin mengalami bertransaksi dengan sindikat seperti yang anda maksud. Pendapat saya mereka melakukan itu karena keterbatasan pemahaman dan ilmu tentang pemasaran ternaknya. Jadi mungkin ya itu batas “kemampuanya”:) Tugas kita bersama untuk memberi pemahaman pada mereka untuk berubah atau mereka memilih tetap seperti itu dan “mati” dengan alami.
Oh iya mas, seperti pengalaman mas erlangga sepertinya harus juga kita cermati. Mau tidak mau, suka atau tidak suka kita membutuhkan pasar negara luar untuk produk ternak kita. Perlu ada pemikiran dan kajian agar produk ternak kita kompetitif baik dari sisi kualitas maupun harganya dibandingkan produk sejenis milik negara lain.
Pertanyaannya sekarang adalah mampukah kita bersaing? Kompetitifkah kualitas ternak kita? Bersaingkah harga ternak kambing kita untuk pasaran ekspor?
Maju terus peternak Indonesia, gunakan hati dan pikiran kita untuk maju bersama. Mudah2han dengan dukungan semua pihak, termasuk senior-senior di dunia perkambingan dapat meningkatkan kualitas ternak dan peternak kita. Salam Kandang Bambu:)
http://kandangbambu.wordpress.com
Nimbrung mas, karena nyerempet2 masalah breeder..kalo kambing pejantannya yang juara2 , saya boleh ikut ngawinkan yo..kebetulan kemarin tanggal 23 Januari di xgesing saya dapat pelajaran yang sangat berharga dari Dr. Brian ( Dr. Hewan ) yang menjelaskan saya begitu detail mengenai tata cara breder. Sejak saat itu saya berkhayal harus mendapatkan keturunan F3 & kalo beruntung sampai F5. Mohon keikhlasannya untuk mengijinan saya untuk mengawinkan kambing pejantan supernya dengan indukan saya. terima kasih.
pak ray, briand crita apa? bagi ilmu donk….
@Pak Ray . Iyo pak Ray perlu bagi – bagi ilmunya nih . Piye bikin artikel nya nanti tak postingin disini pak ray ? opo perlu tak interview disik .. ha ha ha ..
Insya allah minggu ini tak posting..lagi belajar masukkin ke blognya dulu he.he..he..maklum gaptek.
Dr. brian ini menuru saya menguasai banget urusan wedus & terbuka untuk sharing.
Dia menjelaskan masalah breeding & banyak kekeliruan penilain dari para peternak terutama untuk breeder kambing.. termasuk saya mengenai F1 ( keturunan pertama ). Juga tentang penyakit kambing.
Pak Rai,
He he boleh tuh dishare, karena logika dan ilmu pengetahuan akan membawa kita memahami dengan baik. Dan ilmu bisa datang dari siapa saja…. semoga Allah dapat membalas orang yang suka bagi-bagi ilmu.
Terimakasih.
Salam,
Asep
@Pak Ray : Kalo bingung Tulis yang bagus kirim ke email ini : kambingonline@gmail.com , nanti tak tampilin di kambingonline.net + nama penulis .
Salam hormat untuk semua Boss PE,
Saya baru nemu situs ini, ternyata isinya Boss besar semua, asyik dan seru, dari sini bisa tergambar penilaian para Boss terhadap PE.
Kebetulan saya sedang berada di salah satu pusat embe yang sangat terkemuka, kemudian saya ngecap nggak keruan mengenai PE, ternyata mereka tahu mengenai PE tapi tidak tahu kalau PE juga menjadi binatang untuk pamer (show animal) dalam artian positip lho,jangan salah terima ya Boss – susah njelasinnya. Ibarat ikan emas dan ikan Koi, di makan bisa di pamerkan juga bagus dan tentu harganyapun sangat berbeda.
Setelah ngecap ngalor wetan. ahirnya justru saya yang di kuliahin habis-habisan, intinya sebagai berikut:
1. Kalau memang PE juga di pergunakan untuk Show & Contest — katanya itu adalah sangat bagus untuk peningkatan kualitas menyeluruh jangka panjang.
2. Dampak negative nya — populasi nya akan sangat terbatas — sehingga peningkatan kualitas secara umum dan luas jadi sangat terhambat karena “champion effect”(the winner will keep their crown).
3. Untuk mengatasi champion efect tsb, di sini ada aturan main tersendiri yang saya nilai sangat baik, katanya aturannya begini: Jika ternak anda terbukti yang terbaik (sebagai juara kontes), anda wajib menyebarluaskan keturunannya kepada peternakan lain yang eligible. Sehingga turunan yang mendekati tampilan sang juara akan tersebar di mana-mana, dampaknya tentu peningkatan kualitas yang menyebar luas, demikian seterusnya untuk putaran kontes selanjutnya hal serupa di lakukan. Setelah puluhan tahun di lakukan hal tsb,maka sekarang sangatlah sulit untuk menyaingi kualitas Domba dari NZ.
4. Lalu sang juara bagaimana ????. Jawabannya: Dia mendapatkan imbalan yang fantastic, tanpa harus menjual ternaknya. Karena Sperma sang juara harganya jauh lebih mahal di banding sperma non-juara (sekitar 15 kali lipatnya), walaupun per stick sperma harganya relative murah, tapi kalau sa-encret-an bisa jadi ribuan stick dan setiap hari pula nge-cret-nya. Pantaslah kalau merk mobilnya Lamborgini yang di tempeli tulisan “no more contest please”. Kontes diadakan setahun sekali, jadi selama 365 hari sama dengan 365 encretan kali berapa ribu stick sperma, bahkan ada yang pernah tiga kali menjuarai kontes nasional, busyet susah ngitungnya Boss.
5.Terhenyak termenung dan terpikir, sudah adakah yang bisa melakukan IB untuk embe dengan baik di kampung halamanku. Tanpa itu wejangan dan kuliahan selama empat jam tadi, hanya jadi cerita dongengan sebelum tidur.
Demikian Boss, cerita dongeng sebelum bobo.
Selamat tidur.
Oke mas, nanti saya tulis dan kirim ke njenengan. Suwun.
wah artikelnya sangat bagus n bisa buat pedoman untuk memilih etawa secara selektif
saya tunggu ya kalo ada info yang baru
siganteng_gociel@yahoo.com
Terima kasih,,,
Saya sepakat dengan artikel anda mas Wahid, saya baru satu tahun memulai beternak, tp mau izin urun rembugkalo memang benar ada mafia kambing etawa itu bisa berbahaya sekali karena banyak peternak pemula yang akan berhenti beternak kambing etawa setelah mereka mengeluarkan banyak dana ternyata setelah berhasil menjual bibitnya harganya murah karena bukan orisinal kambing etawa. menurut saya salah satu solusinya adalah dengan menggelar kontes kontes kambing etawa disetiap daerah khususnya dijawa tengah sebagai media untuk menyampaikan karakteristik atau informasi langsung kambing etawa yang orisinal.
@om dicky , thanks sudah mampir
@Mas Fajar , Betul mas dengan kontes maka masyarakat akan melihat langsung karakteristik kambing2 kualitas bagus . Yang lebih penting adalah data silsilah dari tiap-tiap kandang peternak harus ada . Untuk mendata setiap anakan.
Sekarang baru mau dipersiapan penggalakan kesadaran peternak untuk mempunyai data silsilah dikandangnya . Supaya pembeli bisa melihat langsung dan mengetrace keturunannya . Sehingga pembeli tidak ragu lagi
Terimakasih
ho oh… tull tuch
Ikut nimbrung ya…
Perkenalkan nama Saya Meidya.
Saya masih awan bgt tentang dunia peternakan nih, terutama Kambing Perah Etawa. Mohon share ilmu nya.
Sabtu (30-01-2010) Saya berkunjung ke ExoticsFarm milik Pak Asep Mulyana di daerah Ciparay-Bandung, Sangat terkesan sekali krn baru pertama kali saya melihat kandang yg mewah dan bersih seperti itu, kambing-kambing nya pun besar2.
Disamping itu sambutan Pak Asep juga sangat welcome dan Ga pelit dengan Ilmu. Makasih Banyak Pak Asep. Mohon bimbingan ke depan nya.
Salam,
Meidya
meidya_si@yahoo.com
Menarik sekali informasinya. Terus terang saya sebenernya sdh lama terpikir utk investasi/usaha yg berhubungan dg kambing etawa. Tapi sampai sekarang hanya berupa wacana. Kira2 utk daerah Lampung apa sudah ada peternakan kambing etawa secara intensif? Kalau saya berminat utk mencari bibit kambing etawa perah di mana saya mendapatkannya, atau kalau hanya sebagai agen susu kambing utk daerah lampung bagaimana caranya? Mohon informasinya, trm ksh sblmnya.
Mas Habib and Mas wahid,
Mohon ijin untuk comment postingannya Mei.
Waduh, mungkin yang dimaksud Mei mewah itu bersih kali. Saya menitik beratkan kebersihan kandang dan sanitasi harus menjadi focus anak kandang, karena kualitas susu yang dihasilkan sangat tergantung dari faktor ini, ditambah faktor asupan pakan dan pisiologis kambing itu sendiri.
Saya juga masih belajar dan sangat terbuka untuk berbagi ilmu demi kemajuan peternakan kambing di bumi tercinta ini.
Monggo kalo ada rekan-rekan yang sedang ke Bandung silahkan mampir ke kandang saya.
Tapi mohon info sebelum berkunjung, mengingat aktifitas sehari-hari saya di Jakarta.
Terimakasih.
Salam,
Asep M.
@Pak Asep , wah jadi penasaran pengin main ke kandang pak asep nich . Tapi cocok dengan nama peternakan pak asep pak –> ExoticsFarm .
Saya seneng lewat blog ini bisa mempertemukan peternak dan calon peternak dengan saling bagi2 ilmu .
@Bu Meida , Ada foto2nya gak bu waktu berkunjung ke keandang pak asep ? mungkin bisa di expose di kambingonline.net …biar tambah exotic .
Btw , terimakasih sudah pada mampirr
salam etawa
KTK
Ka Te Ka, begitu diejanya. Bukan Ko Te Ka, sekalipun Insya Allah sama-sama harus melekat dimanapun seekor kambing berada. Bisa juga mungkin mirip dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) karena fungsinya untuk memberantas mafia, yang satu ini khusus Mafia Etawa.
KTK yang dimaksud adalah Kartu Tanda Kambing. Semacam KTP untuk manusia lah. Kartu identitas diri ini sangat diperlukan keberadaanya karena bukan hanya menjelaskan siapa pemegangnya tetapi juga pemilik sah-nya.
KTK tidak perlu terlalu rumit, cukup informasi dasar yang perlu ada. Paling perlu adalah gambar diri pemilik secara uruh, tampak samping kiri-kanan serta tampak muka depan. Alangkah indahnya kalau dilengkapi dengan informasi siapa bapak-ibunya.
KTK akan lebih berarti jika diaspek-legalkan oleh instansi terkait (Dinas Peternakan atau sejenisnya) tanpa menambah beban biaya yang ditimbulkan.
KTK bisa berfungsi sebagai kartu kendali supaya inbreeding tidak terjadi. Bisa juga menjadi pengaman diri dari kepemilikan yang tidak sah.
Kapan lagi mulai kalau tidak sekarang ….
salam comunitas ternak Etawa,
seneng nih bisa gabung dengan kang asep dan bang bondan, yang banyak tau ttg mafia dan jawara etawa yang tentunya ingin berbagi ilmu sama peternak etawa baru di bekasi nih. salam.