Tips Breeding Kambing Etawa , sharing pengalaman dari Pak raisuli Binella Farm . Pada tulisan ini hanya ingin memfokuskan pada ” Usaha breeding kambing Etawa ”, Dimana dr. Brian melihat bahwa ada kecenderungan kekeliruan dari peternak mengenai masalah ” breeding ” ini.Pertama, Kecenderungan Peternak didaerah sekitar Kali Gesing / Pasar Pendem yang mengawinkan induknya hampir 70 % ke Pejantan Pak Sumar. Karena ingin mendapatkan Kuping yang panjang, …tanpa pencatatan.. sehingga apabila dikawinkan dapat mengakibatkan ” INBREEDING ”, yang dapat mengakibatkan cacat pada cempe yang dilahirkan.
Kedua, kecenderungan peternak yang menjual cempenya ( F1 ) dengan mengatakan bahwa ini keturunan dari Pejantan A ( juara … ) dan Induk A ( juara… ), yang seyogyanya atau sebaiknya adalah ….. apabila anak kambing ( cempe F1 ) tersebut membawa gen ” DOMINAN ” dari Pejantan dan Induk ( yang Juara )……… TIDAK DIJUAL.
Secara ”EKSTRIM” apabila memang kesulitan keuangan, yang sebaiknya di jual adalah Pejantan atau Induknya ( walaupun mungkin dengan berat hati daripada anaknya / cempenya yang ” DOMINAN ” yang di jual.
Karena secara prinsip genetika, anak kambing / cempe yang ”DOMINAN ” membawa gen Pejantan & Induknya, akan menghasilkan anak / cempe F2 yang lebih baik lagi apabila dikawinkan dengan Pejantan atau Induk Juara lainnya dengan catatan yang lahir adalah keturunan ”DOMINAN ” bukan ” RESESIF ”. Saya harus buka pelajaran Biologi SMA kembali untuk mengingati istilah DOMINAN & RESESIF ini.
Dengan kata lain apabila Induk Cempe F1 dikawinkan dengan pejantan B dan Cempe F1 dikawinkan dengan pejantan B, tingkat keberhasilan untuk mendapatkan anak kambing / cempe yang lebih baik akan dihasilkan dari Cempe F1 .
Contoh :
Kemungkinan Cempe F 2 ( warna biru ) akan lebih baik gennya dibandingkan dengan Cempe F1 ( warna kuning ) dari Induk A . Dengan catatan kedua-duanya menghasilkan anak yang ” DOMINAN ” secara genetik dari kedua orang tuanya.
Apabila cempe F1 melahirkan anak F2 yang RESESIF, kita tidak boleh putus asa untuk bersabar untuk mendapatkan F2 yang DOMINAN.
Itulah mengapa apabila diharuskan memilih, lebih baik menjual Induk A atau Pejantan A daripada harus menjual Cempe F1 nya yang DOMINAN tentunya.
Memang butuh waktu dan pengorbanan, tapi sebanding dengan hasil yang akan didapat apabila kita sebagai peternak atau ” BREEDER ” dapat menghasilkan cempe2 terbaik yang akan didapat pada perkawinan ke 3 ( F3 ). Atau sampai ke perkawinan ke 5 ( F5 ).
Dari Ilmu Genetika, tingkat keberhasilannya sangat tinggi mengingat cempe yang dilahirkan membawa 4 sifat genetik dari 4 kambing juara atau setidaknya dari Peringkat10 besar.
Yang terakhir, tetap kita sebagai peternak harus berdoa setelah berusaha. Karena hanya dengan berdoa, insya allah semua dapat tercapai.
Dengan segala keterbatasan pengetahuan yang penulis punya, mohon koreksinya apabila ada kekeliruan atau salah kutip demi kemajuan peternak Indonesia.
Bravo Peternak Indonesia.
Profile Peternak
Nama Peternakan : Binella farm
Nama Pemilik : Bpk raisuli
Lokasi : Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali
sumber gambar : Pejantan PE Tukul from Binella Farm Galeri
TIPS Membuat Usaha online :
RSS Feed
Twitter
May 3rd, 2010
admin 
Posted in
Tags: 



ARUS PROLITIK BOLAK-BALIK
Mungkin judul di atas lebih tepat untuk kasus politik, tetapi ternyata pernyataan yang partama kali dikemukakan ahli ilmu politik German tentang suasana perpolitikan di negeri ini ternyata berlaku juga dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalah breeding kambing PE sekalipun.
Makna dari judul di atas adalah sebagai kesimpulan bahwa kehidupan berpolitik di negeri ini tidak pernah mengalami kemajuan, selalu kembali kepada kenangan yang telah berlalu sehingga upaya perbaikan tidak pernah terjadi, malah cennderung selalu mengulang kesalahan masa lalu.
Dalam breeding kambing PE, ketiadaan pencatatan yang jelas menyebabkan peternak kehilangan jejak tentang kambing unggul yang dimiliki. Masing-masing hanya ngomong “berdasar pengalaman” tetapi sesungguhnya yang dikatakan hanya “pengalaman tidak berdasar.” Mereka ngomong ilmiah seperti seorang ahli padahal tidak mengerti ilmu dasar apa yang diucapkan.
Jangan herandan takjub kalau peternak kambing PE Negeri Jiran yang notabene dulunya belajar dan mengimpor kambing dari Indonesia ternyata sekarang jauh lebih maju. Kuncinya, mereka punya catatan tertulis. Setiap riwayat kambing yang mereka miliki jelas dan dapat dibuktikan kebenarannya.
Oleh karena itu dalam waktu yang singkat mereka pun sudah tahu, warna apa dan sifat bagaimana yang lebih dominan. Demikian juga bagaimana cara menghilangkan sifat resesif yang merugikan ataupun menampakannya jika diperlukan.
Sekali lagi, mulailah dari pencatatan. Biarkan anak-cucu kita tahu apa yang kita lakukan dan meneruskannya. Jangan pelit dan takut kalau catatan itu juga jatuh ke tangan orang lain, sesungguhnya dibalik kebaikan yang kita sebarkan akan datang rangkaian kebaikan lain kepada kita.
Sebuah pelajaran dari Negeri Jiran di atas bukan untuk mengejek tetapi hendaknya kita waspada, orang yang dulu belajar dari kita sekarang bisa menjadi guru kita jika kita lupa bahwa kita pernah menjadi guru mereka. Alias terlalu bangga dengan kelebihan yang dimiliki dan tidak pernah melangkah ke arah kemajuan, menambah ilmu dan pengetahuan.
Sebagai bandingan, ribuan tahun lalu orang China telah menuliskan rangkaian obat dan terapi yang diterapkan. Sekarang anak-cucu-buyut-wareng-udeg2 mereka mebuktikan secara ilmiah catatan leluhur, mengembangkannya menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Tetapi dasarnya tetap : catatan leluhur. Hal ini berdanding terbalik dengan nasib jamu di negeri ini, keampuhannya hilang bersama lenyapnya para pemegang rahasia lisan. Kalaulah ada yang sekarang bisa menyesuaikan dengan kondisi zaman, maaf bukan rasis kalau saya menyebut saudara kita yang punya catatan leluhur pun hanya yang bermata sipit.
Disamping itu, sudah saatnya ada link denga dunia pendidikan. Di Fakultas Peternakan IPB, Unsoed, UGM dll, banyak hasil penelitian tentang kambing PE. Mereka sekarang hanya berupa Karya Ilmiah, Thesis dan sejenisnya yang meramaikan lemari perpustakaan. Bukan sulit untuk mengharapkan masyarakat mengakses perpustakaan kampus, tetapi akan sangat lebih mudah kalau orang kampus yang pro-aktif membawa berbagai hasil penelitian yang sangat mahal itu ke kandang masyarakat. Dengan catatan, bahasa yang digunakan adalah bahasa rakyat, yang penuh kesederhanaan dalam mengaktualisasikan berbagai kenyataan.
Sebagai catatan, orang kampus yang datang ke masyarakat dengan membanggakan bahasa ilmiah ke masyarakat untuk menunjukkan segala kemampuannya sesungguhnya mereka tidak punya kemampuan sama sekali.
Pelajaran berharga dapat dipetik dari Thailand, banyak buah-buahan asli negeri ini tiba-tiba harus menyandang gelar Bangkok di belakang namanya. Kuncinya adalah bahwa hasil penelitian di kampus diaplikasikan masyarakat petani. Tentu saja setelah diterjemahkan dalam bahasa petani.
Saya tidak bermaksud membanggakan negara lain dengan merasa malu dengan kejadian nyata di negeri ini. Sama sekali tidak menyesalinya tanpa berbuat apa-apa.
Mulailah dari sekarang, tidak ada kata terlambat untuk melakukannya. Sekarang ….
Pak dinoto , Menurut pak dinoto cara konkrit untuk memajukan peternakan kambing etawa ini bagaimana ? apakah cukup dengan pencatatan saja ? atau bagaimana ?
Trus untuk statement pak dinoto ini
1.
“Jangan herandan takjub kalau peternak kambing PE Negeri Jiran yang notabene dulunya belajar dan mengimpor kambing dari Indonesia ternyata sekarang jauh lebih maju. Kuncinya, mereka punya catatan tertulis.” ini sumbernya dari mana ?
2.
“Sebagai catatan, orang kampus yang datang ke masyarakat dengan membanggakan bahasa ilmiah ke masyarakat untuk menunjukkan segala kemampuannya sesungguhnya mereka tidak punya kemampuan sama sekali.” Ini juga sumbernya dari mana ?
Terimakasih
pa bgai manaa kahh kita mendapatkan kambing yang unggul? dan sehat
wach,,,,,,,,,,ngomong” budidaya kambing jdi tertarik tuk ikutan klo bleh tau ad gak ya yg mau bntu cara mbudidaya kan kambing(etawa)
Pak edy , bisa cari informasi tatacara budidaya di blog ini dan di blog link teman – teman peternak kambing etawa . Link blognya ada di samping kanan .
pak admin makasih saran nya ini sanagt penting bgt…salam ,,,SUKSES pakadmin sendiri dah mulai usaha ini,,, boleh minta saran gak…untk budidaya kambing,, etw
klo daerah solo aau yg dkat dng solo info lengkaap nya
Pak Edy main aja kekandang saya, di Ketitang, Boyolali. ( 5 km dr embarkasi haji SOLO ).
Trims
tolong dikasih harga dan ciri-ciri etawa yang bagus
pejantan